
Kunjungan Putin ke Beijing menyusul jejak Trump, memberi konteks ringan untuk rekan yang mengikuti dinamika hubungan Rusia-China.

Putin ke China usai kunjungan Trump Alur cerita dan fakta utama
China mengonfirmasi kunjungan kenegaraan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 19-20 Mei 2026 atas undangan Presiden Xi Jinping. Kunjungan ini terjadi hanya empat hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump selesai melakukan lawatan resmi ke Beijing dari 13 hingga 15 Mei 2026. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengumumkan rencana tersebut pada 15 Mei, menegaskan bahwa persiapan pertemuan telah mencapai tahap akhir.
Pertemuan langsung terakhir antara Putin dan Xi terjadi pada KTT Shanghai Cooperation Organization di Tianjin pada akhir Agustus hingga awal September 2025. Keduanya juga sempat berdialog melalui video pada Februari 2026. Kremlin sebelumnya mengonfirmasi bahwa kunjungan sedang dalam tahap finalisasi, dengan juru bicara Dmitry Peskov menyatakan bahwa hanya sentuhan akhir yang tersisa.
Putin menekankan pentingnya hubungan Rusia-China sebagai faktor penstabil urusan global, menyebut kerja sama bilateral sebagai 'faktor pencegahan dan stabilitas yang jelas'. Ia juga mencatat bahwa China kini menjadi mitra perdagangan dan ekonomi terbesar Rusia, dengan kolaborasi yang semakin meluas ke sektor teknologi tinggi dan energi, termasuk minyak dan gas.
Jika kunjungan berlangsung sesuai jadwal, China akan menjadi satu-satunya negara yang menjamu seluruh empat anggota tetap lain Dewan Keamanan PBB—AS, Rusia, Prancis, dan Inggris—dalam rentang beberapa bulan. Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron berkunjung pada Desember 2025 dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari 2026.
Fakta
- Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan berkunjung ke China pada 19-20 Mei 2026 atas undangan Presiden Xi Jinping.
- Kunjungan ini terjadi hanya empat hari setelah Presiden AS Donald Trump selesai bertemu Xi di Beijing (13-15 Mei 2026).
- Pertemuan terakhir Putin dan Xi secara langsung terjadi pada KTT SCO di Tianjin, 31 Agustus–1 September 2025.
- Putin menyebut kerja sama Rusia-China sebagai 'faktor pencegahan dan stabilitas yang jelas' dalam urusan global.
- China akan menjadi satu-satunya negara yang menjamu keempat anggota tetap lain Dewan Keamanan PBB dalam beberapa bulan terakhir.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





