Ilustrasi kapal dhow kecil di laut lepas yang dikelilingi perahu kecil bersenjata, dengan latar kapal komersial di kejauhan dan pantai Somalia.
Ilustrasi kapal dhow kecil di laut lepas yang dikelilingi perahu kecil bersenjata, dengan latar kapal komersial di kejauhan dan pantai Somalia.

Bajak laut Somalia akhirnya mundur dari kapal Fahad-4 milik UEA setelah kehabisan bekal dan dikepung kewaspadaan maritim. Kalau ada teman yang mengikuti keamanan maritim atau rute pelayaran global, ini bisa dibagikan pelan-pelan.

Bajak Laut Somalia Tinggalkan Kapal UEA Alur cerita dan fakta utama

Kapal dhow Fahad-4 milik Uni Emirat Arab yang dibajak oleh kelompok Somalia pada akhir April 2026 akhirnya ditinggalkan pada 4 Mei setelah dua pekan dikuasai. Kelompok bersenjata beranggotakan 11 orang itu menggunakan kapal sebagai kapal induk untuk menyerang kapal lain di perairan Somalia, namun gagal karena meningkatnya kewaspadaan kapal komersial dan kehabisan logistik. Otoritas keamanan Puntland mengonfirmasi aksi bermula dari dekat pelabuhan Garacad, sekitar 600 kilometer utara Mogadishu.

Kapal Fahad-4 sempat terlibat dalam upaya pembajakan terhadap kapal tanker M/V Minerva Pisces berbendera Malta pada 28 April, yang berhasil digagalkan oleh tim keamanan bersenjata di atas kapal. Kegagalan ini menjadi bagian dari alasan mundurnya kelompok bersenjata dari Fahad-4. Meski kapal UEA telah dibebaskan, beberapa kapal lain masih dalam tahanan bajak laut, termasuk Honour 25, M/V Sward, dan Eureka.

Insiden ini menunjukkan kelanjutan ancaman keamanan maritim di kawasan Somalia meski dengan taktik yang berkembang. Penggunaan kapal yang dibajak sebagai kapal induk menandai evolusi metode kelompok bersenjata. Otoritas maritim internasional mencatat peningkatan kewaspadaan kapal komersial sebagai faktor utama yang memaksa pelaku mundur, meski risiko tetap tinggi bagi kapal yang melintas di perairan rawan.

Fakta

  • Kapal dhow Fahad-4 milik Uni Emirat Arab dibajak oleh kelompok 11 orang di perairan Somalia akhir April 2026.
  • Bajak laut meninggalkan kapal pada 4 Mei 2026 karena kehabisan logistik dan meningkatnya kewaspadaan kapal komersial.
  • Fahad-4 digunakan sebagai kapal induk untuk menyerang kapal lain, termasuk upaya pembajakan terhadap M/V Minerva Pisces pada 28 April yang gagal.
  • Otoritas keamanan Puntland mengonfirmasi aksi bermula dari dekat pelabuhan Garacad, sekitar 600 km utara Mogadishu.
  • Beberapa kapal lain masih disandera, termasuk Honour 25, M/V Sward, dan Eureka.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial