
Ini jadi penampakan langka bagi klub sebesar Liverpool, konteks yang bisa menarik perhatian teman yang mengikuti dinamika timnas dan klub.

Tak Ada Pemain Liverpool di Timnas Inggris Piala Dunia 2026 Alur cerita dan fakta utama
Timnas Inggris mengumumkan skuad 26 pemain untuk Piala Dunia 2026 tanpa satu pun nama dari klub Liverpool. Ini menjadi kali pertama sejak Piala Dunia 1986 bahwa The Three Lions tidak membawa pemain dari Anfield ke turnamen besar. Keputusan ini mencerminkan performa individu yang tidak konsisten dan cedera yang menghantui beberapa pemain kunci seperti Joe Gomez, serta kebijakan pelatih Arne Slot yang jarang memainkan pemain lokal Inggris sebagai starter.
Pemain seperti Curtis Jones dan Rio Ngumoha gagal masuk radar meskipun memiliki potensi. Jones hanya punya enam caps dan tidak dipanggil dalam daftar 35 pemain latihan internasional Maret 2026, sementara Ngumoha yang baru berusia 17 tahun dianggap terlalu muda. Bahkan kiper Everton Jordan Pickford berhasil lolos, membuat Liverpool menjadi satu-satunya klub besar Merseyside tanpa wakilan.
Musim 2025/2026 juga menjadi musim yang buruk bagi Liverpool secara keseluruhan, dengan klub dipastikan tanpa gelar meskipun datang sebagai juara bertahan Premier League. Absennya pemain Liverpool dari skuad timnas menambah catatan mengecewakan bagi klub yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di Inggris.
Fakta
- Timnas Inggris mengumumkan skuad 26 pemain untuk Piala Dunia 2026 tanpa satu pun pemain dari klub Liverpool.
- Ini kali pertama sejak Piala Dunia 1986 bahwa tidak ada pemain Liverpool dalam skuad timnas Inggris di turnamen besar.
- Joe Gomez (28 tahun) dan Curtis Jones gagal masuk skuad karena performa tidak konsisten dan cedera.
- Rio Ngumoha (17 tahun) dianggap terlalu muda untuk dibawa ke Piala Dunia 2026.
- Klub sekota Everton diwakili oleh kiper Jordan Pickford, sementara Liverpool tanpa wakilan.
- Liverpool gagal meraih gelar di musim 2025/2026 meskipun datang sebagai juara bertahan Premier League.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





