
Perluasan koleksi hewan ke spesies terbang dan akuatik memberi konteks ringan untuk teman yang mengikuti perkembangan game simulasi.

Planet Zoo 2 Hadir dengan Hewan Terbang dan Akuatik Alur cerita dan fakta utama
Frontier Developments mengumumkan peluncuran Planet Zoo 2 yang akan dirilis pada 13 Oktober 2026 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S. Game simulasi taman satwa ini membawa peningkatan signifikan dibanding versi sebelumnya dengan memperkenalkan hewan terbang dan akuatik melalui fasilitas aviari dan akuarium. Fitur baru ini memperluas keragaman spesies yang bisa dikelola pemain, termasuk hiu karang hitam, penyu tempayan, ikan berwarna-warni, burung toucan toco, dan secretary bird.
Selain ekspansi koleksi hewan, game ini menekankan aspek konservasi alam liar. Pemain dapat memulihkan habitat alami dan melepas hewan ke cagar alam, menambah dimensi pendidikan dan ekologis pada gameplay. Sistem manajemen tetap mencakup kesejahteraan hewan, kepuasan pengunjung, staf, dan keseimbangan finansial taman.
Harga standar Planet Zoo 2 adalah $49,99, dengan Deluxe Edition seharga $64,99 yang menyertakan enam spesies tambahan yang belum diungkap. Pra-pemesanan sudah dibuka dengan bonus eksklusif seperti Toucan Eat Shop dan item dekorasi. Ini menjadi lompatan generasi bagi genre simulasi setelah hampir tujuh tahun sejak rilis Planet Zoo pertama.
Fakta
- Planet Zoo 2 akan dirilis pada 13 Oktober 2026 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S.
- Game ini memperkenalkan hewan terbang dan akuatik melalui aviari dan akuarium, dengan spesies seperti hiu karang hitam, penyu tempayan, toucan toco, dan secretary bird.
- Harga standar Planet Zoo 2 adalah $49,99, dengan Deluxe Edition seharga $64,99 yang mencakup enam spesies tambahan yang belum diumumkan.
- Pra-pemesanan sudah dibuka dengan bonus eksklusif seperti Toucan Eat Shop dan item dekorasi.
- Game ini menekankan aspek konservasi, termasuk pemulihan habitat alami dan pelepasan hewan ke cagar alam.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





