
Uji coba teknologi penyimpanan oksigen cair di orbit ini memberi konteks ringan untuk teman yang sedang mengikuti langkah-langkah menuju Mars.

NASA Uji SPBU Antariksa 2026 Alur cerita dan fakta utama
NASA sedang menguji teknologi stasiun pengisian bahan bakar di orbit melalui misi LOXSAT, yang dijadwalkan lepas landas 17 Juli 2026 dari Selandia Baru. Satelit ini akan menumpang roket Electron dari Rocket Lab dan bertujuan menguji penyimpanan serta pemindahan bahan bakar kriogenik seperti oksigen cair di lingkungan mikrogravitasi. Teknologi ini menjadi kunci bagi misi Artemis yang menargetkan pendaratan astronot di Bulan pada 2027 dan misi berawak ke Mars di masa depan.
Bahan bakar kriogenik sangat rentan menguap jika suhunya tidak terjaga, terutama dalam kondisi ruang hampa dan tanpa gravitasi. Oleh karena itu, sistem manajemen fluida kriogenik harus mampu menjaga stabilitas suhu dan pergerakan cairan di dalam tangki. Misi LOXSAT akan menguji 11 komponen kritis selama sembilan bulan untuk mengumpulkan data operasional yang belum pernah dibuktikan sebelumnya.
Proyek ini merupakan bagian dari Cryogenic Fluid Management Portfolio Project yang dikerjakan oleh Marshall Space Flight Center, Glenn Research Center, dan Kennedy Space Center. NASA juga bermitra dengan perusahaan swasta Eta Space melalui program Tipping Point. Keberhasilan teknologi ini akan mendukung wahana pendarat dari SpaceX dan Blue Origin yang mengandalkan sistem propulsi methalox dan hydrolox, yang keduanya membutuhkan pendinginan terus-menerus.
Fakta
- NASA akan meluncurkan satelit LOXSAT pada 17 Juli 2026 dari Selandia Baru.
- LOXSAT akan menguji penyimpanan dan pemindahan oksigen cair di orbit selama sembilan bulan.
- Teknologi ini mendukung misi Artemis 3 yang ditargetkan pada akhir 2027.
- Wahana SpaceX Starship dan Blue Origin Blue Moon bergantung pada bahan bakar kriogenik.
- Proyek LOXSAT melibatkan Marshall, Glenn, dan Kennedy Space Center serta perusahaan swasta Eta Space.
Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial





