Samir Nasri berdiri di pinggir lapangan dengan ekspresi tertekan, dikelilingi suporter PSG yang meneriakkan hinaan, dengan latar belakang stadion Allianz Arena
Samir Nasri berdiri di pinggir lapangan dengan ekspresi tertekan, dikelilingi suporter PSG yang meneriakkan hinaan, dengan latar belakang stadion Allianz Arena

Keputusan Nasri mundur memberi konteks ringan untuk teman yang mengikuti tensi antara legenda klub dan suporter fanatik.

Nasri mundur dari siaran final Liga Champions Alur cerita dan fakta utama

Mantan gelandang Arsenal dan Marseille, Samir Nasri, memutuskan untuk tidak tampil sebagai komentator di pinggir lapangan pada final Liga Champions 2026 antara Paris Saint-Germain dan Arsenal di Budapest. Keputusan ini diambil setelah ia menjadi sasaran ejekan keras dari suporter ultras PSG selama pertandingan semifinal melawan Bayern Munich di Allianz Arena. Dalam siaran langsung, kelompok suporter tersebut meneriakkan hinaan terhadap Nasri, termasuk menyebut ibunya dan kasus sengketa pajak yang sedang menimpanya.

Nasri, yang pernah tampil 166 kali untuk Marseille sebelum bermain di klub-klub besar Eropa, dianggap sebagai simbol rivalitas lama oleh ultras PSG. Selama pertandingan, mereka juga menggunakan pengeras suara untuk meneriakkan 'bayar pajak', merujuk pada laporan media Prancis bahwa otoritas pajak menyita asetnya senilai €5,5 juta. Pihak berwenang menyatakan Nasri menghabiskan lebih dari 200 hari di Prancis meski tinggal di Dubai, dengan bukti termasuk 212 pesanan makanan via Deliveroo ke alamat di Paris.

Meski mengaku terbiasa dengan hinaan di stadion, Nasri menegaskan bahwa ejekan terhadap ibunya menjadi alasan utama ia memilih mundur dari liputan lapangan. Ia tetap akan tampil di studio Canal+ di Paris setelah final untuk memberikan analisis pertandingan bersama Mickael Landreau. Nasri menilai kehadiran Robert Pires (penggemar Arsenal) dan David Ginola (penggemar PSG) lebih seimbang daripada dirinya yang dianggap netral, meski memiliki ikatan dengan kedua klub.

Fakta

  • Samir Nasri mundur dari tugas komentator di pinggir lapangan untuk final Liga Champions 2026 di Budapest.
  • Ia menjadi sasaran ejekan suporter PSG selama semifinal melawan Bayern Munich, termasuk hinaan terhadap ibunya.
  • Ejekan juga menyentuh kasus sengketa pajak senilai €5,5 juta dengan otoritas Prancis.
  • Pihak berwenang menggunakan 212 pesanan Deliveroo ke Paris sebagai bukti Nasri tinggal lebih dari 200 hari di Prancis.
  • Nasri tetap akan tampil di studio Canal+ di Paris untuk analisis pasca-pertandingan.
  • Ia menyatakan ejekan terhadap keluarga adalah batas yang tidak bisa diterima meski terbiasa dikritik.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial