Ilustrasi stasiun kereta dengan bangunan vertikal di sekitarnya, menunjukkan konsep hunian berbasis transit di kawasan perkotaan.
Ilustrasi stasiun kereta dengan bangunan vertikal di sekitarnya, menunjukkan konsep hunian berbasis transit di kawasan perkotaan.

Transformasi kawasan stasiun jadi kantong perumahan bisa jadi konteks penting bagi rekan kerja yang mengikuti isu transportasi dan kota berkelanjutan.

KAI Didorong Jadi Penyedia Hunian Nasional Alur cerita dan fakta utama

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) berperan sebagai penyedia stok perumahan nasional dengan memanfaatkan aset lahan di sekitar stasiun. Langkah ini bertujuan menjawab backlog perumahan yang mencapai 12 juta unit di seluruh Indonesia, dengan fokus pada integrasi hunian dan transportasi publik melalui konsep Transit Oriented Development (TOD). KAI mengelola sekitar 600 stasiun di seluruh Indonesia, termasuk 80 di kawasan Jabodetabek, yang dinilai strategis untuk dikembangkan menjadi kantong-kantong perumahan terpadu.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan perusahaan memiliki 327 juta meter persegi lahan di berbagai kota besar di Jawa dan Sumatera. Salah satu proyek utama adalah pengembangan hunian vertikal di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, yang dijadwalkan dimulai pada Juli 2026. Lahan seluas 62 hektare akan dikembangkan tidak hanya untuk hunian, tetapi juga kawasan komersial, bisnis, dan fasilitas pendukung oleh anak usaha KAI, PT KA Properti Manajemen.

Pemerintah juga mendorong pembentukan sistem antrean berbasis down payment atau keanggotaan untuk mencatat permintaan rumah secara lebih akurat. Inisiatif ini sejalan dengan program nasional pembangunan 3 juta rumah dan transformasi besar sektor perumahan. Namun, realisasi pasar masih jauh dari angka backlog, sehingga pemanfaatan aset strategis seperti lahan stasiun menjadi kunci untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan di sektor perumahan.

Fakta

  • Wamen PKP Fahri Hamzah mendorong KAI jadi penyedia stok perumahan nasional lewat pemanfaatan lahan stasiun.
  • Backlog perumahan di Indonesia mencapai 12 juta unit, namun realisasi pasar masih jauh dari angka tersebut.
  • KAI mengelola 327 juta meter persegi lahan, termasuk 600 stasiun di seluruh Indonesia dan 80 di Jabodetabek.
  • Proyek hunian vertikal berbasis TOD di Stasiun Manggarai, Jakarta, akan dimulai Juli 2026 di atas lahan 62 hektare.
  • Pemerintah mendorong sistem antrean berbasis down payment untuk data permintaan rumah yang lebih akurat.
  • Pengembangan kawasan Manggarai akan dikerjakan oleh PT KA Properti Manajemen, anak usaha KAI.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial