Ilustrasi Ferry Maryadi sedang memilih pakaian di toko thrift di Jepang, dengan rak pakaian bekas dan suasana toko yang rapi di latar belakang.
Ilustrasi Ferry Maryadi sedang memilih pakaian di toko thrift di Jepang, dengan rak pakaian bekas dan suasana toko yang rapi di latar belakang.

Pilihan berbelanja yang lebih tenang karena keaslian terjamin, konteks menarik untuk teman yang suka gaya hidup sederhana dan cerdas.

Ferry Maryadi Suka Buru Barang Bekas di Jepang Alur cerita dan fakta utama

Aktor Ferry Maryadi membuka kebiasaannya berburu barang thrift saat berkunjung ke Jepang. Ia mengungkapkan kegemarannya berbelanja pakaian dan perlengkapan bekas, terutama saat liburan tahun lalu bersama keluarga. Menurutnya, Jepang menjadi destinasi favorit bukan hanya karena variasi barang, tapi juga kepercayaan terhadap keaslian produk.

Ferry menjelaskan bahwa di Jepang, peredaran barang palsu dilarang sehingga pembeli lebih tenang saat bertransaksi. Hal ini membuatnya merasa lebih yakin saat membeli barang bekas, karena hampir tidak ada risiko mendapat produk tiruan. Ia juga menyebut harga bisa jauh lebih murah jika pandai menawar, dari sekitar Rp100 ribu bisa turun hingga Rp30–40 ribu.

Salah satu barang yang sering dibeli adalah celana khusus untuk berkendara motor. Ia memilih brand tertentu yang bahannya tidak terlalu berat saat basah, berbeda dengan jeans biasa. Pilihan ini menunjukkan kombinasi antara gaya hidup hemat, kepraktisan, dan kesadaran akan kualitas barang.

Fakta

  • Ferry Maryadi sering berburu barang thrift saat liburan ke Jepang.
  • Ia merasa lebih yakin berbelanja karena Jepang melarang peredaran barang palsu.
  • Harga barang thrift di Jepang bisa turun dari Rp100 ribu menjadi Rp30–40 ribu jika pandai menawar.
  • Ia membeli celana khusus untuk motoran karena bahannya tidak berat saat basah.

Eksplainer berita visual Canto. Alat AI dapat membantu proses produksi. Kebijakan editorial